Assalamualaikum........

sekedar coretan yang semoga bermanfaat

Sabtu, 13 November 2010

Your map is not your teritory

Ternyata memang sedih rasanya....ketika apa yang sudah kita rencanakan dengan detail tidak berjalan sesuai rencana
Ternyata memang sumpek rasanya ketika apa yang sudah kita persiapkan jauh2 hari tidak sesuai dengan bayangan kita......

Your map is not your teritory


Jumat, 05 November 2010

Kata - kata sakti

Terimakasih,tolong , dan maaf merupakan tiga kata sakti bagiku. Bagaimana tidak, ketiga kata tersebut bisa merubah makna kata menjadi lebih halus dan menyenangkan,,,,,baik bagi yang mendengar maupun yang berbicara......
Aku benar - benar merasakannya minggu ini........seminggu ini aku kebetulan mengerjakan 2 hal yang sama,,,,,,tapi  keduanya menjadi berbeda , ketika salah satu yang menyuruh menggunakan kata- kata sakti itu......
walaupun hal yang dikerjakan itu sama, rasanya lebih ringan mengerjakan hal yang di awali dengan kata " Army,tolong proposalnya diselesaikan ya...." daripada mengerjakan yang satunya "mbak, proposalnya diselesaikan ya, besok terakhir, jadi usahakan benar". Coba,,,,,lebih enak di dengar yang mana ? sebagai manusia normal berperasaan, kalau bisa memilih (sayangnya dalam kasus ini nggak ), tentu aku memilih mengerjakan yang pertama.....kenapa? karena dengan kata tolong itu aku merasa dihargai dan dibutuhkan,sementara kasus yang kedua kesannya disuruh dan terpaksa.....
Lanjutan kisah,,,,,,,ketika aku selesai mengerjakan 2 hal tadi,,,,,, kasus pertama diakhiri dengan kalimat "makasih ya Army, maaf ngrepoti"....sementara cerita yang kedua tanpa diakhiri kalimat apapun...... Kalau disuruh mengulang , tentu aku akan memilih yang pertama.......karena walaupun sama2 capeknya, ketika si penyuruh mengucapkan terimakasih, semua rasa sebel, kesel. capek, dan mbulet ketika mengerjakan tugas tadi rasanya langsung menguap.....sebelpun jadi hilang....sementara kasus yang kedua.....hahaha.....sebelnya masih tak bawa sampai tidur...........
Begitupun dengan kata maaf /maaf ngrepoti......walaupun kesannya basa - basi ( karena intinya sama2 disuruh / diminta tolong ).....tapi gak tahu kenapa,dengan kata itu,sebuah permintaan jadi terdengar lebih menyenangkan....
Itulah mengapa aku menyebut ketiga kata tadi, tolong;maaf;terimakasih, sebagai kata2 sakti.....karena ketiga kata tersebut bisa merubah makna kalimat yang sebenarnya maksudnya sama....tapi jadi terasa berbeda.....
Walaupun banyak yang bilang kesannya basa - basi, tapi menurutku, ketiga kata itu pantas untuk dibudayakan............ ( masalah basa-basi, tergantung individu masing2, kalau dengan kata maaf lalu tidak memperbaiki kesalahan,,,,,ya maaf jadi bukan kata sakti lagi )

Jadi......... yuk biasakan diri kita mengucapkan maaf, tolong , dan terimakasih.............



saat ku terjebak hujan di musola nurusyifa,051110,6.22pm

Senin, 01 November 2010

Mimpi kita=cara kita menghargai diri kita

Entah kenapa...... tiba - tiba teringat perkataan kakak kelas yang menginspirasi sekali.....kalimatnya pendek sih,,,,tapi maknanya panjang,,,maaf kalau kutipan dibawah ini gak persis dengan aslinya,tapi InsyaAllah intinya sama ( cos aku wes lupa kalimat aslinya )

Mbak Ummu : "tahu gak apa yang paling membuat kita sakit hati ? saat melihat orang yang seumuran dengan kita mendapatkan prestasi yang luar biasa atau berhasil meraih prestasi yang juga sudah lama kita impikan, tapi justru rasa sakit itu yang bisa menjadi pemacu kita untuk bangkit." ( Krima 1st)

Mbak Alda : " Impian kita adalah cerminan seberapa besar kita menghargai diri dan kemampuan kita".Intinya : Jika kita berani bermimpi besar, maka artinya kita menghargai kapasitas kita , kita yakin diri kita mampu mencapainya. tapi sebaliknya, jika tidak berani bermimpi besar, itu artinya kita sudah menghinakan diri kita sendiri,mengecilkan diri kita yang mungkin jika dicoba, sebenarnya kita bisa.... (Krima 2nd)

YOU ARE BIG IF YOU THINK BIG

Makasi buat Mbak Ummu dan Mbak Alda atas pencerahannya

011110 1518

Di siang ini aku menyadari sesuatu

            Senin siang, saat kakiku ingin melangkah pulang......hujan deras menghentikanku dari rencana ini. Hujan deras di saat seperti ini terkadang menjadi berkah bagi diriku,,,,,karena bisa membuatku rehat sejenak ( lumayanlah buat merenung ), walaupun konsekuensinya, ada beberapa tempat yang jadinya batal dikunjungi ( alah bahasaku nggilani, wong cuman jarak GPP - nurusyifa ae dibilang kunjungan ). Sambil menunggu sang awan berhenti mengalirkan hujan, aku ngenet gratis di loby GPP sambil mengamati orang2 lalu lalang di sekitarku.....ada yang berjalan cepat dengan wajah menghadap ke depan tanpa toleh kanan kiri , tampak terburu - buru ingin segera menyelesaikan sesuatu yang sudah menanti ( hehe , mungkin mahasiswa tipe ini adalah seorang mahasiswa baik yang tidak sabar ingin segera membaca HandOut perkuliahan yang baru didapatnya segera setelah tiba di rumah, hahaha, It's not me ). Ada juga yang sengaja berlama - lama  saat berjalan,,,,berjalan pelan sambil menyapa dan menghampiri setiap orang yang di temuinya ( wah, kalau yang seperti ini mungkin tipe2 mahasiswa yang malah memperlambat waktu pulang karena ingin menghindari pekerjaan domestik rumah tangga yang sudah menunggu dengan setia ,ex, cuci baju,marut kelapa, meres santan, nggiling kacang dll, Hahahaha, kalau yang ini, mirip denganku nih, karena tiap pulang ke rumah, Bundaku selalu menyambutku dengan butiran kelapa untuk diparut dan diperes ). Ada juga yang ngobrol sejenak dengan peer-nya, menumpahkan semua yang mereka alami di hari itu, lalu kemudian saling menimpali dan akhirnya say good bye dan pulang ke rumah masing2. Ehm , aku masuk kategori yang mana ya ?

            Hahaha, setelah pengamatan yang gak penting ini , aku jadi menyadari sesuatu.........tiap orang punya cara sendiri2 dalam memanfaatkan waktunya. Mahasiswa tipe pertama tadi, mungkin berpendapat waktu adalah dollar sehingga hidup sedikit melenceng dari rencana yang ditetapkan adalah dosa yang tidak termaafkan, hidupnya selalu dipenuhi dengan rutinitas yang terjadwal, dan segala tugas-tugasnya selalu selesai tepat waktu. Sementara yang tipe kedua, adalah moderat, dimana terkadang hidup tanpa jadwal adalah hal yang perlu dan indah. Kalau tipe yang ketiga, mirip2 lah sama yang kedua. Mana yang harus dipilih ? menurutku , keduanya bisa diselaraskan .............kadang hidup memang harus diatur, dibikin jadwal, sesuai schedule,,,, tapi ada saatnya biarkan waktu berlalu...let it flow.....asal kita tahu kapan kita harus strict dengan rencana yang kita tetapkan, kapan harus menggila, dan kapan harus hepi - hepi (oops, hepi2 yang bermanfaat lho ya )

            Tapi walaupun begitu, aku mengakui, terkadang aku masih suka lemah pada diriku sendiri, mengasihani diriku sendiri,membiarkan diriku menggila terlalu lama sehingga amanah dan tugas2 terlupakan. Intinya : MANAJEMEN  WAKTUKU MASIH SANGAT2 BERANTAKAN. Banyak waktu yang terbuang tanpa hasil. Kalau satu detik waktu yang terbuang bisa dikalikan dengan dollar, wih, wis jadi biilionaire pasti aku.....dan disaat nganggur2 kayak siang ini,,,,,justru malah sadar.

           Waktu tidak bisa diputar ulang.....Hidupku memang harus di-install ulang


Loby GPP , 1Nov 10, sambil menunggu derai hujan berhenti